Idiot demokrasi
yang kita gunjing
bertopengkan kuasa
berselimutkan serakah
menjadi barah bernanah
membuak hanyir
memualkan santun.
Dalam sorak mega mengaum
di jalanan menjadi pengukur
terkinja-kinja menjerit
meluap marah sumpah seranah
hormat jauh sekali
apatah lagi berpekerti tinggi
mazmumah membusung di hati.
Nilai dan norma bukan lagi
menjadi sempadan budi
umpama minyak disimbah ke api
membakar marak sentosa
dan lembaran sejarah dicarik diinjak
bangsa jadi nanar jiwa bergelora
huru-hara kota aman
retak menunggu berderai
kehancuran terpampang mendepang
menyambut sinis sang anarkis.
Bijaksanakah kita?
berpencak dan berlacak
bertarung di tanah milik kita.
Nur Addin,
Seri Iskandar, Perak.
No comments:
Post a Comment